Fajarnews.com

Hulu Migas Untuk Negeri

Feature

Memajukan Pendidikan melalui Program Beasiswa di Daerah Terpencil

-
-

Pendidikan, khususnya pendidikan tinggi,  mempunyai peranan penting dalam mendorong tenaga kerja Indonesia dengan tingkat persaingan yang semakin kompetitif. Sayangnya, tingginya biaya pendidikan saat ini membatasi kemampuan masyarakat, terutama penduduk pedesaan atau penduduk daerah terpencil untuk mengenyam pendidikan tinggi. Inilah yang menjadi penghambat bagi ketersediaan tenaga kerja profesional di Indonesia, khususnya di Ambon, Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Maluku Barat Daya (MBD) yang terkenal dengan keindahan pantainya.

Menurut data tahun 2012 yang diperoleh dari maluku.bps.go.id, Kota Ambon dan Maluku Tenggara Barat merupakan salah satu Kota/Kabupaten di Maluku yang cukup tinggi Tingkat Pengagguran Terbuka-nya, yaitu 10.71 dan 10.34. Hal ini cukup memprihatinkan mengingat Provinsi Maluku memiliki generasi muda yang potensial.

Menyadari pentingnya pendidikan sebagai salah satu faktor pendukung kemajuan bangsa, INPEX sebagai perusahaan migas yang beroperasi di Maluku, tepatnya di Kepulauan Tanimbar, MTB merasa perlu berkontribusi. INPEX merupakan salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) yang mengoperasikan proyek hulu migas milik pemerintah Republik Indonesia. Dalam melakukan kegiatannya, INPEX bekerja di bawah pengawasan SKK Migas.

Sejak tahun 2010, INPEX bersama dengan SKK Migas sudah aktif menjalankan program-program investasi sosial di bidang pendidikan, diantaranya dengan mendirikan Saumlaki English Club, membuat program Baca-Tulis-Hitung (Calistung), serta menyumbang buku untuk perpustakaan dan mendirikan Lab Komputer di Saumlaki.

Pada tahun 2014 ini, INPEX berinisiatif untuk membantu para Mahasiswa asal Maluku melalui program beasiswa yang dikenal dengan nama INPEX Scholarship Program. Beasiswa ini akan diberikan kepada 160 putra-putri terbaik di Maluku untuk tahun ajaran 2014-2015. Sebanyak 51 beasiswa akan diberikan kepada Mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Universitas Pattimura Ambon, sedangkan 109 beasiswa lainnya akan diberikan kepada Mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi STIESA, STIAS, dan STIKIPS di Saumlaki, yang diwadahi oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki (YPT-RLS).

INPEX Scholarship Program merupakan program beasiswa yang diprioritaskan bagi mahasiswa dan mahasiswi yang berasal dari wilayah MTB dan MBD yang merupakan lokasi pra produksi dari INPEX, serta sejumlah mahasiswa Maluku di Ambon. Program ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu Beasiswa Biaya Pendidikan dan Beasiswa Bantuan Penyusunan Skripsi. Keduanya akan diberikan bagi mahasiswa dan mahasiswi yang berprestasi dan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler.

“Kami berharap inisiatif kami ini dapat menjadi permulaan kecil untuk sebuah langkah besar demi kemajuan masyarakat Maluku, terutama di bidang pendidikan,” ujar Puri Minari, Social Investment Manager INPEX.

Program beasiswa dipilih INPEX karena selain tidak memadainya faktor infrastruktur, faktor kesulitan biaya dianggap menjadi faktor utama penghambat proses belajar mengajar di universitas dan sekolah tinggi.

“Jujur, kami merasa sangat terbantu. Di tahun 2014 ini saja, 95% Mahasiswa di STIAS masih belum membayar biaya kuliahnya, sedangkan 5% lainnya masih menyicil,” ungkap Ketua Harian YPT-RLS Polycarpus Lelemufu. Ia menambahkan bahwa sampai saat ini bantuan dari pemerintah daerah masih sangat minim.

Ketua YPT-RLS Solvy Maritje Magdalena L, mewakili mahasiswa dan mahasiswi STIESA, STIAS, dan STIKIPS menyampaikan “Kami berterimakasih atas bantuan ini dan berharap program ini dapat turut membantu mencerdaskan masyarakat Maluku dan bahkan berharap pula kiranya para mahasiswa kami dapat turut menjadi bagian dalam kegiatan INPEX di Maluku nanti,” ujarnya.

Prof. Dr. Thomas Pentury M.Si. selaku Rektor Universitas Pattimura juga mengapresiasi langkah positif yang dilakukan oleh INPEX Corporation dan berharap adanya peningkatan dalam jalinan kerjasama antara kedua belah pihak.

“Saya belum lama ini sempat membaca majalah Gatra tentang perusahaan minyak dan gas, saya lihat INPEX ini sebetulnya statusnya masih belum berproduksi dan mendapatkan keuntungan. Di saat masih banyak perusahaan di luar yang sudah mendapatkan keuntungan namun belum juga melakukan CSR-nya, apa yang dilakukan INPEX hari ini merupakan sebuah langkah yang positif dan diluar ekspektasi, salah satunya dengan program beasiswa seperti ini”, ujarnya.

INPEX bersama dengan YPT-RLS dan Universitas Pattimura telah menyosialisasikan program ini dengan memasang beberapa kolateral seperti spanduk dan poster. Selain itu, penjelasan teknis mengenai program beasiswa ini juga telah dilakukan di kampus masing-masing yang dihadiri oleh lebih dari 300 orang mahasiswa.

Dengan pendidikan Universitas yang memadai, bukan hal yang mustahil untuk generasi muda dari berbagai tempat dapat menjadi tenaga profesional yang dapat bersaing di kancah global. Kemauan untuk terus belajar dan berkarya adalah hal yang perlu terus ditingkatkan untuk dapat memajukan negara Indonesia kita yang tercinta ini.