Fajarnews.com

Hulu Migas Untuk Negeri

Feature

Pinjaman Mikro Membawa Manfaat bagi Perempuan Indonesia

-
-

Ibu Ngatipah memulai harinya pada pukul 4.30 pagi dan baru dapat tidur beristirahat pada pukul 11.30 malam. Sehari-hari, perempuan berusia 28 tahun ini memikul tanggung jawab yang cukup berat bagi perempuan seusianya. Dia memasak untuk keluarganya dan mencucikan pakaian mereka. Di sela-sela kesibukannya, dia menjual bahan-bahan kebutuhan di sebuah warung di depan rumahnya di Kabupaten Bojonegoro, Indonesia.

 

Kini, berkat pinjaman dari sebuah program lembaga keuangan mikro yang didukung oleh ExxonMobil, Ibu Ngatipah mengembangkan usahanya. Sekarang, warungnya menyediakan berbagai macam bahan kebutuhan, mulai dari beras, singkong dan pisang, hingga sabun dan sampo. Dari keuntungan berjualan, dia dapat memberikan makanan bergizi kepada anak-anaknya tiga kali sehari—dibandingkan dua kali, sebelumnya. Ketiga puteranya saat ini dapat bersekolah.

 

Peningkatan kesehatan keluarga dan pendidikan anak adalah efek berganda dari program lembaga keuangan mikro dukungan Afiliasi ExxonMobil di Indonesia. Program ini bertujuan mengentaskan kemiskinan dengan cara memasyarakatkan kewirausahaan dan, pada beberapa kasus, membantu mengatasi hambatan budaya bagi para penerima manfaat, khususnya perempuan.

 

Program ini menggabungkan pendekatan Grameen Bank dengan kearifan lokal berupa pertanggungan bersama dan sistem simpan-pinjam. Hal ini memungkinkan tersedianya pinjaman bagi perempuan—yang sebelumnya tak bisa karena kepercayaan dan jaminan yang diperlukan oleh sistem perbankan konvensional.

 

 

Mengatasi halangan

 

Para perempuan tersebut menerima pinjaman mulai dari Rp50.000 hingga Rp500.000. Pinjaman tersebut mereka gunakan untuk, misalnya membeli mesin jahit guna mengembangkan bisnis garmen rumahannya, mengembangkan warungnya,
mengembang-biakkan ternak dombanya, atau menjual makanan keliling di desanya. Hasilnya, mereka dapat mengatasi hambatan tersebut, menjadi lebih percaya diri, menghargai diri sendiri, serta menjadi pengambil keputusan yang lebih cermat. Sebagai tambahan, hal tersebut berakibat pada peningkatan pendidikan, kesehatan dan perekonomian keluarga, anak-anak serta masyarakat di sekitarnya.

 

Sejak 2005, ExxonMobil telah menanamkan lebih dari Rp10 miliar pada program ini. Saat ini, lebih dari 26,000 orang yang tinggal di sekitar daerah operasi Afiliasi ExxonMobil di Indonesia telah menerima pinjaman dana bergulir hingga Rp100 miliar—dengan rata-rata rasio pembayaran berkinerja lancar hingga hampir 100 persen.

 

Pada contoh Ibu Ngatipah, bermula dengan pinjaman Rp50.000 perlahan ditingkatkan bertahap menjadi Rp500.000, dengan pembayaran yang lancar dan catatan kredit yang baik. “Sebelumnya, beliau dipanggil dengan nama anak pertamanya—hal yang lumrah dalam budaya patriarki di mana banyak perempuan bahkan tak dapat menuliskan nama mereka, entah karena mereka sudah lupa namanya atau mereka buta huruf,” ungkap Tezhart Elvandiar, Advisor, Public and Government Affairs.

 

Kini, Ibu Ngatipah lebih percaya diri dan bangga menggunakan namanya selama pertemuan dengan kelompoknya. Sebagai bagian dari program ini, para perempuan tersebut berkelompok yang terdiri dari lima orang. Seorang ditunjuk sebagai ketua. Seorang bendahara dan sekretaris pun dipilih di antara mereka. Anggota mendapatkan pinjaman lebih dahulu. Hanya jika semua pinjaman telah dilunasi, barulah ketua akan mendapatkan giliran meminjam. Bunganya ditetapkan dalam kisaran efektif 1,5 – 2 persen per bulan, lebih menguntungkan dibandingkan bunga yang dikutip oleh para rentenir desa di kisaran mengambang 4 – 6 persen per bulan.

 

 

Sistem peminjaman sejawat

 

Sistem peminjaman sejawat ini menyediakan semacam “jaminan sosial.” Semua anggota kelompok akan bertanggung jawab terhadap kekeliruan yang dilakukan oleh salah satu anggota kelompok. “Hubungan hukum pada peminjaman sejawat ini disebut tanggung-renteng, yang juga diakui pada hukum di Indonesia yang berarti ‘tanggung jawab bersama’,” kata Elvandiar. Jaminan sosial ini memastikan pinjaman beserta bunganya dapat dikembalikan sesuai dengan syarat dan ketentuan kredit yang disepakati.

 

Selain itu, para perempuan yang mendapatkan pinjaman juga dibekali dengan pelatihan dan pendampingan. Mereka belajar tentang pengelolaan arus-kas, pengembangan produk, kesehatan dan nutrisi, serta perspektif gender. Mereka juga berkesempatan untuk mendapatkan pinjaman yang lebih besar dari bank konvensional. “Ketika sebuah bisnis memiliki pendapatan yang lebih besar, keuntungan bersih yang baik, serta catatan pembukuan yang bagus, mereka akan direkomendasikan agar mendapatkan pinjaman yang lebih besar dari bank konvensional,” Elvandiar menambahkan.

 

Program keuangan mikro ini juga mengadopsi pendekatan sistem simpan-pinjam di mana sejumlah dana bergulir yang dipinjam oleh satu kelompok berasal dari tabungan kelompok lain. Kelompok-kelompok tersebut saling membantu satu sama lain, sehingga jumlah dana bergulir semakin besar. Hal ini memberikan kesempatan untuk memperluas jangkauan dan dukungan bagi lebih banyak penerima manfaat.