Fajarnews.com

Hulu Migas Untuk Negeri

Feature

Kiprah Industri Hulu Migas di Pulau Mandangin, Sapudi, dan Raas

-
Pelatihan Perawatan Pemeliharaan dan Perbaikan Kapal Kayu Rakyat di Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang

 

MADURA – Rangkaian program kegiatan bantuan, baik keahlian maupun sosial terus dilakukan oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Program Tanggung Jawab Sosial (TJS) atau Program Pendukung Operasi (PPO) HCML didedikasikan untuk masyarakat di Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, serta masyarakat Pulau Sapudi dan Pulau Raas di Kabupaten Sumenep.

Program kegiatan tersebut diawali dengan pelatihan perawatan dan perbaikan mesin kapal nelayan, pelatihan pengolahan hasil tangkap nelayan, dan pelatihan perawatan, pemeliharaan dan perbaikan kapal kayu rakyat di Pulau Mandangin, yang berlangsung selama dua hari, Senin (27/10) dan Selasa (28/10) lalu.

Tenaga ahli sangatlah esensial untuk berlangsungnya pelatihan, sehingga efektif dan tepat guna untuk masyarakat sekitar. Untuk itu HCML menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (LPPM-ITS) sebagai pelaksana kegiatan.

HCML beserta SKK Migas selalu melakukan monitoring ke masing-masing lokasi kegiatan guna memantau langsung agar program pelatihan berjalan lancar. Kegiatan pembukaan program tersebut dihadiri oleh HCML, SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), serta Pemerintah dari Kabupaten Sampang dan Kabupaten Sumenep.

“Tujuan Pemerintah Pusat menunjuk HCML dalam kegiatan eksplorasi migas ini untuk meningkatkan produksi migas nasional. Hal itu bisa terwujud jika HCML dekat dan mendapat dukungan masyarakat. Semoga pelatihan ini bermanfaat,” ujar Amny Nadia, Humas SKK Migas Jabanusa.

Pihak Pemerintah Kabupaten setempat juga berharap, sebagai perusahaan yang ditunjuk melakukan eksplorasi migas, HCML dapat selalu dekat dengan masyarakat. “Pemkab berharap kegiatan itu berdampak langsung terhadap peningkatan kehidupan perekonomian masyarakat setempat,” ujar Syamsul Hidayat, Asisten II Setkab Sampang.

Dirinya juga berharap, materi pelatihan yang diberikan oleh pakar Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) bisa diserap dan diaplikasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya para nelayan. “Untuk pengolahan hasil tangkap, minimal para istri nelayan bisa menciptakan suatu produk yang bernilai ekonomis,” imbuhnya.

Haji Hakun, Kepala Desa Kabupaten Mandangin menyatakan, masyarakat Pulau Mandangin yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan mengalami banyak kendala dikarenakan minimnya pengetahuan tentang pengelolaan hasil laut sehingga hasil tidak maksimal. “Sebagai bentuk kepedulian, kami bekerjasama dengan HCML untuk memaksimalkan potensi sumber daya laut melalui pelatihan-pelatihan oleh para tenaga ahli, sehingga masyarakat kami mampu mengoptimalkan pendapatan dari hasil sumber daya laut,” harapnya.

Mohamad Asyari selaku warga nelayan sudah merasakan manfaatnya, “Alhamdulilah, kami sekarang jadi lebih baik, kami bisa dapat ilmunya, dan kami mengharapkan di masa yang akan datang ada pelatihan lagi.”

Seperti juga yang diungkapkan oleh Nurul Wadudah, salah seorang warga Mandangin, bahwa ia kini bisa membuat abon, kerupuk ikan, serta nugget dan bakso ikan, dan tidak ada lagi sisa tangkapan laut yang terbuang. “Terima kasih HCML atas pelatihannya, kami tunggu pelatihan berikutnya,” ujarnya.

Berdasarkan studi AMDAL HCML, Desa Pulau Mandangin masuk dalam ring satu wilayah yang paling terkena dampak. “Kami berharap warga Mandangin yang mengikuti pelatihan benar-benar merasakan dampaknya. Ke depan, warga bisa memiliki keterampilan khusus di bidang perkapalan dan pengelolaan hasil tangkap ikan,” jelas Hamim Tohari selaku Head of Relations - HCML di sela-sela berjalannya program.

Program Pelatihan HCML berlanjut menuju dua pulau di bagian timur Pulau Madura, di Kabupaten Sumenep. Program yang berlangsung selama tiga hari, Kamis (13/11) hingga Sabtu (15/11), bertempat di Pulau Sapudi, berupa pelatihan biogas serta pelatihan pengawetan dan pengalengan ikan.

Sementara untuk masyarakat Pulau Raas pada hari Jumat (14/11), pelatihan yang diberikan berupa pelatihan kultivasi, pelatihan pengeringan rumput laut, dan pelatihan diversifiasi produk rumput laut.

Dalam kegiatan tersebut, hadir juga beberapa pejabat dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Staf Humas SKK Migas Jabanusa, Ami Herawati, mengatakan, program PPO HCML tersebut belum termasuk kewajiban perusahaan karena eksploitasi belum dilakukan. “Sebenarnya, kegiatan ini wajib dilakukan kalau sudah eksploitasi. (Tapi) SKK Migas menyambut positif kegiatan ini. Diharapkan program pelatihan ini bermanfaat bagi masyarakat untuk mengoptimalkan pendapatan mereka,” ujarnya.

Harapan itu telah diwujudkan oleh HCML melalui program-program pelatihan seperti ini, dan terus akan berkelanjutan, agar masyarakat setempat dapat terus mengoptimalkan kemampuan dan pendapatan mereka, serta dapat turut memajukan daerah mereka masing-masing. Inilah bentuk kepedulian HCML hingga kekeluargaan akan terbangun bersama masyarakat.